Aplikasi Teknologi sebagai Alternatif Pengendalian Hama Kebun

, , Comments Off on Aplikasi Teknologi sebagai Alternatif Pengendalian Hama Kebun

FT-UGM. Program Aplikasi Teknologi sebagai Alternatif Pengendalian Hama Kebun ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi awal di padukuhan Sanggrahan II, khususnya pada sektor pertanian.Dari hasil observasi lapangan serta diskusi dan penyuluhan bersama kelompok tani setempat, ditemukan permasalahan utama berupa serangan hama tikus yang secara intensif mengganggu aktivitas pertanian masyarakat.

Serangan hama tikus ini terutama berdampak pada lahan persawahan padi, yang sering mengalami kerusakan tanaman sehingga menyebabkan penurunan hasil panen dan kerugian bagi petani. Pelaksanaan kegiatan KKN berlangsung selama kurang lebih satu bulan, dimulai pada tanggal 29 Desember 2025 hingga 24 Januari 2026. 

Kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan identifikasi permasalahan pengendalian hama di kebun dan lahan pertanian masyarakat. Tahap ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi pertanian serta jenis dan tingkat serangan hama yang terjadi. Selanjutnya, mahasiswa KKN melakukan observasi melalui Balai Penyuluhan Pertanian guna memperoleh data pendukung, informasi teknis, serta arahan terkait metode pengendalian hama yang sesuai dengan kondisi wilayah setempat. 

Untuk mendukung pelaksanaan program kerja, dilakukan studi literatur dan kajian teknologi terkait pengendalian hama tikus yang efektif dan ramah lingkungan. Hasil kajian ini menjadi dasar dalam menentukan solusi yang tepat, yaitu penerapan alat pembasmi hama tikus berbasis teknologi yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tahap perencanaan dan pengadaan alat pendukung pembasmi hama, termasuk persiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan edukasi kepada kelompok tani. 

Tahapan berikutnya adalah pelaksanaan kegiatan edukasi dan sosialisasi penggunaan alat pembasmi hama kepada kelompok tani yang dilaksanakan pada 24 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN dan kelompok tani sebagai peserta utama. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dampak negatif penggunaan pestisida kimia terhadap lingkungan dan kesehatan, prinsip kerja alat pembasmi hama berbasis teknologi, serta cara penggunaan dan perawatan alat secara sederhana. 

Kegiatan edukasi juga disertai dengan praktik langsung agar petani dapat memahami dan mengaplikasikan teknologi tersebut secara mandiri di lahan pertanian mereka. Tujuan utama dari pelaksanaan program ini adalah membantu petani dalam mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia yang berpotensi merusak ekosistem pertanian dan membahayakan kesehatan manusia. 

Dengan adanya alat pembasmi hama yang bersifat permanen dan membutuhkan perawatan minimal, diharapkan pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara efektif, berkelanjutan, dan dengan biaya operasional yang relatif rendah. Selain itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui kegiatan edukasi diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program meskipun kegiatan KKN telah berakhir, serta membuka peluang penerapan teknologi serupa pada lahan pertanian lainnya di wilayah desa KKN. [Penulis : Muhammad Raihan Tsani Penyunting : Kangpoer]