Pembuatan Alat Pirolisis Limbah Plastik Menjadi Minyak Mentah di Desa Cipasung

, , Comments Off on Pembuatan Alat Pirolisis Limbah Plastik Menjadi Minyak Mentah di Desa Cipasung

FT-UGM. Di Desa Cipasung, yang terletak di Kecamatan Lemahsugih, muncul masalah mendesak akibat tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ketidakadaan pengelolaan limbah yang baik ini membuat warga memilih cara tercepat untuk membuang sampah, seperti membakar sampah di pekarangan atau membuangnya ke sungai.

Praktik-praktik ini menimbulkan dampak berlapis, karena asap dari pembakaran mengganggu kesehatan dan kualitas udara, sementara pembuangan ke sungai memperburuk kebersihan lingkungan, menyumbat aliran air, dan meningkatkan risiko pencemaran.

Menyadari urgensi situasi ini, kami merancang program pengolahan limbah plastik berbasis teknologi pirolisis. Pirolisis adalah proses yang memecah senyawa polimer plastik melalui pemanasan dalam kondisi minim oksigen. Proses ini tidak hanya menghasilkan bahan bakar cair tetapi juga secara signifikan mengurangi volume limbah plastik yang biasanya dibakar atau dibuang sembarangan.

Program kami tidak hanya berfokus pada teknologi; tetapi juga pada edukasi dan perubahan perilaku. Melalui sosialisasi, demonstrasi penggunaan alat, dan diskusi tentang manfaat ekonomi, warga diperkenalkan pada alternatif pengelolaan limbah selain pembakaran. Kami menekankan bahwa limbah plastik dapat menjadi sumber nilai guna, setidaknya mengurangi beban lingkungan dan berpotensi menciptakan peluang usaha berbasis pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan plastik.

Untuk mendukung implementasi program ini, kami telah menyusun alur kerja sederhana untuk pengolahan limbah plastik. Ini mencakup pemilahan, pembersihan, pengeringan, dan kemudian memasukkan plastik ke dalam reaktor, di mana produk cair ditampung. Kami juga menyampaikan aspek keselamatan, seperti penggunaan sarung tangan, memastikan area operasi berventilasi, memeriksa kebocoran, dan menetapkan prosedur pemadaman darurat.

Sasaran program ini adalah masyarakat desa, dengan tujuan membentuk kebiasaan pemilahan dan dukungan operasional terhadap alat. Agar program ini berkelanjutan, operasional alat akan dilanjutkan oleh salah satu petani muda desa yang telah terlibat sejak tahap perakitan hingga uji coba. Ke depan, kami mendorong pembentukan kelompok pengelola, penjadwalan produksi, dan kerja sama pengumpulan plastik dari warga.

Dampak yang diharapkan dari inisiatif ini adalah berkurangnya praktik pembakaran dan pembuangan ke sungai, meningkatnya kesadaran lingkungan, serta terbukanya opsi pendapatan tambahan dari hasil olahan. Peresmian dan penyerahan alat akan dilaksanakan pada 4 Februari 2026, di GOR Dusun Nyangkokot, Desa Cipasung, dengan kehadiran Kepala Dusun Nyangkokot sebagai simbol dukungan pemerintah setempat terhadap solusi inovatif pengelolaan sampah.

Inisiatif ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan obat-obatan yang terjangkau melalui perbaikan kondisi kesehatan, memastikan air bersih dengan mengurangi pencemaran, dan mendorong adaptasi terhadap perubahan iklim melalui praktik pengelolaan limbah yang inovatif. Dengan mengatasi pola konsumsi dan mempromosikan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, kami bertujuan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi Desa Cipasung.Penulis : Wafi Afdi Alfaruqhi Penyunting : Kangpoer