Sosialisasi Penerapan Maintenance Control Berbasis Tribologi pada Mesin Gergaji untuk Meningkatkan Umur Pakai dan Efisiensi Kerja

, , Comments Off on Sosialisasi Penerapan Maintenance Control Berbasis Tribologi pada Mesin Gergaji untuk Meningkatkan Umur Pakai dan Efisiensi Kerja

FT-UGM. Pada tanggal 28 Januari 2026, sebuah program penting diluncurkan di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengrajin kayu di Desa Sanggrahan II mengenai pentingnya perawatan mesin. Program yang berjudul “Sosialisasi Penerapan Maintenance Control Berbasis Tribologi pada Mesin Gergaji” ini diinisiasi sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan praktik perawatan yang efektif di kalangan pengrajin lokal yang sangat bergantung pada mesin gergaji untuk produksi sehari-hari mereka.

Inisiatif ini muncul dari pengamatan yang dilakukan pada tanggal 29 dan 30 Desember 2025, yang menunjukkan bahwa sebagian besar pengrajin kayu mengoperasikan mesin gergaji mereka selama kurang lebih delapan jam sehari tanpa sistem perawatan yang memadai. Mesin yang digunakan secara intensif sering mengalami keausan dini, penurunan performa, dan risiko keselamatan yang potensial. Masalah-masalah ini berdampak langsung pada kualitas pekerjaan dan keberlanjutan usaha pengrajin, sehingga terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Temuan awal menunjukkan bahwa banyak pengrajin kurang memahami pentingnya kontrol perawatan, terutama terkait pengaruh gesekan, keausan, dan pelumasan terhadap umur pakai mesin. Perawatan biasanya dilakukan secara reaktif, hanya ketika mesin mengalami kerusakan atau penurunan kinerja yang signifikan. Pendekatan ini mengakibatkan rendahnya efisiensi produksi dan tingginya biaya perbaikan, yang merugikan produktivitas ekonomi pengrajin.

Untuk merumuskan solusi yang efektif, dilakukan studi literatur dan penguatan konsep tribologi dari tanggal 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Kajian ini berfokus pada prinsip dasar tribologi, termasuk gesekan, keausan, dan pelumasan, serta penerapannya pada mesin gergaji. Pendekatan tribologi dianggap sangat relevan karena karakteristik operasi mesin gergaji yang melibatkan banyak komponen bergerak dan kontak langsung antar permukaan.

Selanjutnya, poster kontrol perawatan disusun antara tanggal 3 hingga 4 Januari 2026. Poster ini dirancang dengan bahasa yang mudah dipahami dan dilengkapi dengan panduan praktis untuk pengrajin. Materi yang disajikan mencakup pengertian kontrol perawatan, manfaat perawatan mesin secara rutin, jenis-jenis perawatan, penerapan prinsip tribologi pada mesin gergaji, serta langkah-langkah perawatan harian, mingguan, dan berkala.

Pelaksanaan sosialisasi pada tanggal 28 Januari 2026 menandai fase implementasi dari program ini. Sesi ini mencakup pemaparan materi dan diskusi interaktif dengan para pengrajin kayu. Dalam kegiatan ini, dijelaskan dampak penggunaan mesin tanpa perawatan yang memadai, seperti meningkatnya konsumsi energi, menurunnya kualitas hasil pemotongan, meningkatnya risiko kerusakan komponen, serta potensi kecelakaan kerja.

Luaran utama dari program ini adalah meningkatkan umur pakai mesin gergaji dan efisiensi kerja pengrajin kayu melalui penerapan kontrol perawatan berbasis tribologi. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai perawatan mesin, pengrajin diharapkan mampu mengurangi biaya perbaikan, menjaga stabilitas kinerja mesin, serta meningkatkan produktivitas kerja.

Secara tidak langsung, program ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan pengrajin, penguatan industri kecil berbasis lokal, serta penerapan praktik produksi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di Desa Sanggrahan II. Dengan sejalan dengan SDGs, inisiatif ini tidak hanya mengatasi tantangan operasional yang mendesak tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan jangka panjang di wilayah tersebut. [Penulis : Muhammad Raihan Tsani9 Penyunting : Kangpoer]