Edukasi Teknologi IoT dan Mikrokontroler Untuk Mengenalkan Teknologi Peternakan Modern di SMK Auliya Teladan Mandiri

, , Comments Off on Edukasi Teknologi IoT dan Mikrokontroler Untuk Mengenalkan Teknologi Peternakan Modern di SMK Auliya Teladan Mandiri

FT-UGM. Desa Lemahsugih memiliki institusi pendidikan menengah kejuruan, yaitu SMK Auliya Teladan Mandiri (ATM), yang bernaung di bawah yayasan pusat yang berlokasi di Bandung. Sekolah ini menyelenggarakan tiga kompetensi keahlian, yakni Peternakan, Pemasaran, dan Pariwisata. Sejalan dengan fokus program kerja KKN, subunit kami menetapkan Jurusan Peternakan sebagai target sasaran utama.

Saat ini, SMK ATM tengah melakukan transformasi kurikulum dengan mengintegrasikan materi Pemrograman dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Selain itu, institusi tersebut sedang memfasilitasi tenaga pendidik untuk mengikuti pelatihan mikrokontroler dan Internet of Things (IoT) sebagai persiapan materi ajar di masa mendatang.

Dalam mendukung transisi tersebut, tim KKN menginisiasi program edukasi mengenai pemanfaatan mikrokontroler dan teknologi IoT dalam konteks peternakan modern. Sistem yang diperkenalkan kepada para siswa adalah mesin penetas telur cerdas yang mampu memantau parameter suhu dan kelembapan secara presisi.

Kami juga mengintroduksi teknologi pemantauan nirkabel berbasis Bluetooth menggunakan mikrokontroler ESP32 yang telah memiliki modul konektivitas terintegrasi (built-in). Sebagai penunjang operasional, tim KKN mengembangkan prototipe aplikasi berbasis Android yang memungkinkan pengguna memantau status perangkat, seperti kondisi lampu (aktif/nonaktif), serta data real-time suhu dan kelembapan melalui ponsel pintar. Inovasi ini merupakan pembaruan signifikan bagi pihak sekolah, mengingat perangkat kontroler yang digunakan sebelumnya, yakni tipe XH-W3001, hanya terbatas pada pemantauan suhu dan kontrol lampu tanpa kemampuan transmisi data nirkabel.

Mengingat para siswa belum mendapatkan materi dasar mengenai sistem kontrol otomatis, tim KKN memberikan pemahaman komprehensif mengenai fungsi dasar komponen elektronik serta mekanisme integrasi antarperangkat agar dapat bekerja secara sinkron. Guna meningkatkan antusiasme dan pemahaman praktis, sesi pemaparan materi dilanjutkan dengan kegiatan live coding di laboratorium komputer. Mengingat jumlah peserta yang cukup besar, siswa dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari tiga orang per komputer.

Mereka diberikan pelatihan pemrograman dasar untuk mengendalikan komponen LED melalui simulator Wokwi. Kelompok yang menunjukkan progres tercepat dan akurasi tertinggi diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung melalui proses pemuatan kode (uploading) ke modul ESP32 fisik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik mula bagi para siswa untuk mendalami teknologi mikrokontroler, serta memicu lahirnya berbagai inovasi kreatif di sektor peternakan berbasis teknologi masa depan [penulis : Wafi Afdi Alfaruqhi penyunting : Kangpoer]