FT-UGM. Sebanyak 139 mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023 mengikuti Kunjungan Industri 2026 yang diselenggarakan pada 26–30 Januari 2026. Didampingi oleh enam dosen serta tenaga kependidikan, kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran lapangan agar mahasiswa dapat melihat secara langsung proses industri berjalan sekaligus memahami penerapan keilmuan Teknik Industri di berbagai sektor.
Perjalanan dimulai dari Yogyakarta dengan penuh antusiasme. Setibanya di Jawa Timur, rombongan dibagi menjadi dua kelompok untuk mengunjungi perusahaan yang berbeda. Sebagian mahasiswa berkesempatan mengunjungi PT INKA di Madiun dan mengamati proses pembuatan gerbong kereta, mulai dari pengolahan plat baja hingga tahap assembly bersama berbagai komponen. Mahasiswa juga diperbolehkan memasuki gerbong kereta listrik yang tengah diproduksi sebagai bagian dari proyek pemerintah, memberikan gambaran nyata mengenai standar kualitas dan keselamatan pada industri transportasi.
Sementara itu, kelompok lainnya mengunjungi PT PAL Indonesia di Surabaya. Di perusahaan ini, mahasiswa melihat secara langsung proses pembangunan kapal dengan berbagai tipe, mulai dari kapal perang hingga kapal selam. Skala produksi yang besar menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang serta koordinasi lintas divisi dalam menjaga ketepatan proses produksi.
Setelah kunjungan tersebut, seluruh peserta kembali bergabung untuk melanjutkan agenda ke PT Petrokimia Gresik. Melalui sesi pemaparan dan tur area pabrik, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan supply chain pupuk serta tahapan produksinya. Luasnya kawasan industri yang dikunjungi turut memberikan gambaran tentang bagaimana alur produksi terintegrasi dijalankan untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke PT Indofood, tempat mahasiswa mempelajari alur produksi tepung terigu, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses distribusi ke pasar. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika mahasiswa melihat kapal yang sedang melakukan proses unloading gandum di area pelabuhan, yang memperlihatkan secara langsung keterkaitan antara aktivitas logistik dan keberlangsungan produksi.
“Kunjungan ke PT Indofood jadi salah satu pengalaman paling seru buat saya. Kami bisa melihat langsung proses produksi sampai kapal yang sedang bongkar gandum, sesuatu yang sebelumnya hanya kami pelajari lewat teori di kelas,” ujar Miscerry, salah satu mahasiswa Teknik Industri UGM.
Agenda berikutnya kembali dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kunjungan ke PT Amerta Indah Otsuka dan PT Yakult Indonesia Persada. Di PT Amerta Indah Otsuka, mahasiswa mengamati proses produksi Soyjoy dan Pocari Sweat sekaligus memperoleh gambaran mengenai sistem distribusi perusahaan. Sementara itu, kunjungan ke PT Yakult Indonesia Persada memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat proses produksi minuman probiotik, mengenal berbagai varian produk, serta memahami bagaimana kualitas produk dijaga hingga sampai ke konsumen.
“Saat berkunjung ke PT Amerta Indah Otsuka, kami disambut dengan sangat baik oleh seluruh staf. Pemaparan yang diberikan mudah dipahami dan penuh insight, sehingga kunjungan terasa nyaman sekaligus membuka banyak wawasan baru,” ujar Kezia, salah satu peserta. “Pelaksanaan Kunjungan Industri 2026 secara keseluruhan berjalan dengan sangat baik. Rangkaian kegiatan tertata rapi, peserta merasa nyaman, dan pengalaman yang diperoleh sangat positif,” ungkap peserta lainnya.
Setelah rangkaian kunjungan industri selesai, perjalanan dilanjutkan ke Bali sebagai agenda penutup kegiatan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk beristirahat setelah jadwal kunjungan yang padat, sekaligus menikmati suasana berbeda sebelum kembali ke Yogyakarta. Agenda ini melengkapi rangkaian pembelajaran lapangan yang telah dijalani mahasiswa selama Kunjungan Industri 2026.
Melalui interaksi langsung dengan lingkungan industri, mahasiswa tidak hanya mendapatkan gambaran tentang proses operasional perusahaan, tetapi juga mulai memahami tuntutan profesional yang akan mereka hadapi di dunia kerja. Diskusi yang berlangsung selama kunjungan turut mendorong mahasiswa untuk lebih reflektif dalam mempersiapkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Secara keseluruhan, Kunjungan Industri 2026 berjalan lancar dan memberikan pengalaman belajar yang berkesan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa serta menjadi bekal awal dalam merencanakan langkah akademik maupun profesional ke depan.Penulis : Miscerrycordia Christabel Putri penyunting : Kangpoer
