Mahasiswa Magister Teknik Sistem Raih Bronze Medal pada Ajang Internasional di Malaysia

, , Comments Off on Mahasiswa Magister Teknik Sistem Raih Bronze Medal pada Ajang Internasional di Malaysia

FT-UGM. Dalam sebuah pencapaian yang luar biasa, tim mahasiswa Program Magister Teknik Sistem kembali menunjukkan prestasi di tingkat internasional. Tim yang terdiri dari La Ode Masri Ande Kolewora (Ketua), Saiful M, dan Arham berhasil meraih Medali Perunggu dalam kategori lingkungan pada ajang 2nd International Student Summit (2nd ISS) yang diselenggarakan di Malaysia pada 14-15 Februari 2026.

Penghargaan tersebut diraih melalui karya esai berjudul “AI-BASED CLIMATE VILLAGE MONITORING SYSTEM (ProKlim),” yang menawarkan inovasi sistem pemantauan Kampung Iklim berbasis kecerdasan buatan. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mempresentasikan gagasan inovatif dalam menjawab tantangan global, termasuk isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

Pemilihan topik esai ini bukan tanpa alasan. Gagasan tersebut lahir dari pengalaman langsung tim saat melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Blumbang, Kulon Progo. Dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di wilayah tersebut, tim menemukan bahwa belum tersedia sistem yang terintegrasi untuk merekam, memonitor, dan melaporkan seluruh aktivitas Kampung Iklim secara sistematis. Dokumentasi kegiatan masih dilakukan secara manual dan tersebar, sehingga menyulitkan proses evaluasi serta pelaporan berkelanjutan kepada pemangku kepentingan.

Kondisi inilah yang mendorong tim untuk merancang sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan yang mampu membantu pencatatan data, pemantauan program secara real-time, serta penyusunan laporan secara otomatis dan terstruktur. Melalui pendekatan teknik sistem, tim mengintegrasikan konsep analisis data, monitoring berkelanjutan, serta dukungan pengambilan keputusan berbasis data dalam satu platform digital.

Inovasi ini dinilai memiliki relevansi tinggi terhadap kebutuhan transformasi digital di sektor lingkungan, sekaligus mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat desa. Proyek ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam meningkatkan infrastruktur ICT di kota-kota dan mempromosikan aksi iklim.

Setelah melalui proses seleksi ketat dan presentasi di hadapan dewan juri internasional, tim berhasil menunjukkan kualitas riset, kedalaman analisis, serta urgensi solusi yang ditawarkan. Atas capaian tersebut, mereka dianugerahi medali perunggu sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ilmiah yang inovatif dan aplikatif.

Penghargaan di 2nd ISS ini tidak hanya menyoroti kerja keras dan dedikasi mahasiswa, tetapi juga menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam mengatasi isu-isu global yang mendesak. Acara ini menjadi pengingat akan peran penting pendidikan dan inovasi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Saat dunia menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim, inisiatif seperti ProKlim menunjukkan bagaimana teknologi dan pendidikan dapat bersinergi untuk menciptakan solusi yang berdampak. Keberhasilan tim ini adalah bukti potensi inovator muda untuk mendorong perubahan dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan.

Sebagai kesimpulan, pencapaian La Ode Masri Ande Kolewora, Saiful M, dan Arham di 2nd International Student Summit adalah momen kebanggaan bagi universitas mereka dan langkah signifikan menuju integrasi teknologi dalam pengelolaan lingkungan. Karya mereka mencerminkan semangat kolaborasi dan inovasi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman kita. Penulis : La Ode Masri Ande Kolewora penyunting : Kangpoer