Penerapan Teknologi Aerator sebagai Upaya Optimalisasi Budidaya Ikan di Kolam Masyarakat padukuhan Dukuh Imogiri, Bantul

, , Comments Off on Penerapan Teknologi Aerator sebagai Upaya Optimalisasi Budidaya Ikan di Kolam Masyarakat padukuhan Dukuh Imogiri, Bantul

FT-UGM. Dalam sebuah inisiatif signifikan yang bertujuan untuk meningkatkan praktik budidaya ikan, Program Kuliah Kerja Nyata (KKN-PPM UGM) telah berhasil memasang aerator di kolam ikan milik warga di Padukuhan Dukuh, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Proyek ini, yang berlangsung dari 20 Desember 2025 hingga 7 Februari 2026, merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas air dan produktivitas dalam budidaya ikan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pertanian dan pengelolaan ekosistem.

Pemasangan aerator dilakukan sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi oleh petani ikan lokal, terutama terkait dengan stabilitas kualitas air. Sebelum pemasangan, tim KKN melakukan pengukuran awal menggunakan water quality checker untuk menilai parameter air kolam. Hasil pengukuran menunjukkan nilai pH sebesar 8,04, yang lebih tinggi dari kisaran ideal untuk kesehatan ikan.

Setelah merakit dan memasang aerator, tim mengoperasikan alat tersebut dan melakukan pengujian ulang. Hasilnya menjanjikan, menunjukkan penurunan pH menjadi 7,75, yang mengindikasikan perbaikan kondisi air yang lebih mendukung pertumbuhan ikan. Aerator bekerja dengan meningkatkan suplai oksigen terlarut dan membantu sirkulasi air, sehingga kualitas air menjadi lebih stabil.

Koordinator proyek menyatakan bahwa pemasangan aerator ini merupakan solusi sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat. “Kami berharap alat ini dapat membantu menjaga kualitas air kolam, sehingga ikan tumbuh lebih sehat dan angka kematian dapat ditekan,” ujarnya. Sementara itu, Bapak Maryono, pemilik kolam budidaya, mengungkapkan apresiasinya terhadap program tersebut. “Setelah dipasang aerator, air terlihat lebih jernih dan tidak terlalu bau. Kami berharap hasil panen ke depan bisa lebih baik,” tuturnya.

Inisiatif ini tidak hanya memungkinkan mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat. Pemasangan aerator diharapkan mampu meningkatkan kesehatan ikan, mengurangi tingkat stres akibat kualitas air yang kurang optimal, serta mendukung keberlanjutan usaha budidaya ikan warga di Padukuhan Dukuh.

Lebih jauh, program ini menjadi contoh kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan solusi praktis dan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan teknologi yang ramah lingkungan ke dalam praktik budidaya ikan lokal, proyek ini sejalan dengan SDGs, mempromosikan sanitasi yang adil dan pertumbuhan ekonomi melalui praktik pertanian yang lebih baik.

Hasil positif dari proyek ini menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengatasi tantangan lokal. Saat mahasiswa dan warga bekerja sama, mereka tidak hanya meningkatkan ekosistem lokal tetapi juga membangun rasa tanggung jawab bersama untuk pembangunan berkelanjutan.

Sebagai kesimpulan, penerapan teknologi aerator di Dukuh Imogiri menjadi model bagi inisiatif serupa di seluruh wilayah. Dengan fokus pada praktik berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat, proyek ini membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah dalam budidaya ikan lokal, memastikan bahwa baik lingkungan maupun ekonomi dapat berkembang.Penulis : M. Faiz Arasy Penyunting : Kangpoer