FT-UGM. Desa Kutorojo, Kajen, Pekalongan, sebuah inisiatif penting untuk mendidik masyarakat tentang pembuatan arang dan penghematan energi akan dilaksanakan dari 14 Juli hingga 11 Agustus 2024. Dipimpin oleh Jovan dan timnya, program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko bencana dan mempromosikan teknologi bahan bakar bersih, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas ekonomi di daerah tersebut.
Kegiatan pertama melibatkan pembuatan plang peringatan bencana dan penanda zona sekolah. Inisiatif ini sangat penting mengingat adanya kecelakaan baru-baru ini di zona sekolah di Kutorojo dan adanya daerah rawan longsor di sepanjang jalan utama. Dengan melaksanakan program ini, Jovan dan timnya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya yang ada, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dan warga.
Selanjutnya, Jovan dan timnya akan fokus pada perancangan burner drum untuk pembuatan arang. Mengamati banyaknya limbah hutan dan pertanian di sekitar, Jovan menyadari potensi bahan-bahan ini untuk diubah menjadi arang. Desain burner arang yang efisien dan praktis, berbasis drum bekas, sangat penting untuk proses pembuatan arang.
Dari 11 Juli hingga 31 Juli 2024, Jovan akan mewujudkan desainnya. Ia berharap proyek ini dapat memberikan manfaat ekonomi dan pertanian bagi masyarakat, sehingga berdampak positif pada kesejahteraan lokal. Burner yang telah selesai akan ditempatkan di Demplot Gapoktan di Kutorojo, berfungsi sebagai sumber daya bagi masyarakat.
Untuk memaksimalkan pemanfaatan burner arang, Jovan akan melaksanakan program sosialisasi tentang penggunaannya. Banyaknya limbah hutan dan pertanian di Kutorojo dapat diubah menjadi arang, yang kemudian dapat digunakan sebagai biochar untuk pertanian, briket, dan produk arang lainnya. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi dari limbah, memberikan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi warga setempat.
Acara sosialisasi akan dilaksanakan di Bukit Bintang di Kutorojo dari 4 Agustus hingga 8 Agustus 2024, dan akan dihadiri oleh warga setempat, organisasi pemuda, dan anggota Gapoktan. Pertemuan ini bertujuan untuk mendidik masyarakat tentang manfaat burner arang dan cara menggunakannya dengan efektif.
Selain kegiatan tersebut, program pengabdian masyarakat Jovan juga menyasar anak-anak sekolah. Ia akan melaksanakan sesi edukasi tentang penghematan energi dan energi terbarukan untuk siswa sekolah dasar. Dengan adanya isu pemanasan global yang mendesak, diperlukan revolusi energi menuju sumber energi yang lebih bersih dan sehat di masa depan.
Jovan berharap siswa sekolah dasar akan lebih sadar tentang energi terbarukan dan potensinya di Indonesia. Inisiatif edukasi ini akan dilaksanakan di SD N 01 Kutorojo dari 27 Juli hingga 2 Agustus 2024, dan akan melibatkan siswa kelas enam.
Lebih lanjut, di sekolah yang sama, Jovan dan timnya akan melaksanakan program Tech-Genius, yang menampilkan lokakarya praktis tentang kapal “Otok Otok” sebagai media pembelajaran fisika bagi siswa sekolah dasar. Program ini didasarkan pada pengamatan bahwa banyak siswa yang belum menyadari manfaat dari perubahan wujud material dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam pembangkitan listrik dan industri lainnya. Melalui kegiatan ini, siswa akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perubahan fisika suatu material.
Program Tech-Genius akan berlangsung dari 26 Juli hingga 3 Agustus 2024, khusus untuk siswa kelas enam di SD N 01 Kutorojo. Dengan melibatkan siswa dalam pengalaman belajar langsung, Jovan berharap dapat menginspirasi generasi baru untuk mengadopsi teknologi energi bersih dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di komunitas mereka.Penulis : Jovan Penyunting : Kangpoer.
