FT-UGM. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan perancangan dan pembuatan insinerator mini sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di TPS Rumah Suwung, Desa Wisata Kelor, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini berlangsung pada periode 19 Desember 2025 hingga 7 Februari 2026 dan melibatkan mahasiswa bersama pengelola TPS serta masyarakat setempat.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penumpukan sampah residu yang sulit diolah dengan metode konvensional. Sampah jenis ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN merancang solusi teknologi tepat guna berupa insinerator mini skala kecil yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan pengelola TPS.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi kondisi TPS Rumah Suwung serta identifikasi jenis dan volume sampah residu. Selanjutnya, mahasiswa melakukan perancangan desain insinerator dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kemudahan pengoperasian, dan ketersediaan material lokal. Insinerator mini yang dibangun dilengkapi dengan sistem ruang bakar sekunder (afterburner) untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi dampak lingkungan.
Proses pembuatan insinerator dilakukan secara bertahap hingga menghasilkan satu unit insinerator mini yang siap digunakan. Selain pembangunan alat, mahasiswa juga menyusun dokumen pendukung berupa gambar desain serta buku panduan (manual book) yang berisi petunjuk operasional dan perawatan alat. Dokumen ini diberikan kepada pengelola TPS sebagai acuan penggunaan insinerator secara berkelanjutan.
Pengelola TPS Rumah Suwung menyambut baik kegiatan ini karena memberikan solusi nyata terhadap permasalahan sampah residu. Dengan adanya insinerator mini dan panduan penggunaannya, diharapkan pengelolaan sampah di Desa Wisata Kelor dapat dilakukan dengan lebih efektif dan ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial, tetapi juga menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab permasalahan lingkungan di tingkat desa. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pengembangan teknologi pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna di wilayah lain. [Penulis : Farid Aulia Rahman]
