Pembuatan Pembakaran Tanpa Asap dan Bank Sampah sebagai Solusi Sampah Skala Kecil dan Mewujudkan Usaha Pangan yang Lebih Bersih Incinerator Minim Asap di Desa Lemahputih

, , Comments Off on Pembuatan Pembakaran Tanpa Asap dan Bank Sampah sebagai Solusi Sampah Skala Kecil dan Mewujudkan Usaha Pangan yang Lebih Bersih Incinerator Minim Asap di Desa Lemahputih

FT-UGM. Program kerja Solusi Sampah Skala Kecil dan Mewujudkan Usaha Pangan yang Lebih Bersih dilatarbelakangi oleh permasalahan pengelolaan sampah di Desa Lemahputih yang belum terstruktur dan masih dilakukan secara konvensional. Berdasarkan observasi lapangan dan diskusi dengan perangkat desa, masyarakat masih membakar sampah secara terbuka di pekarangan atau membuangnya ke lahan kosong. Praktik ini menimbulkan asap pekat, bau tidak sedap, serta berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan.

Selain itu, belum adanya sistem pemilahan sampah menyebabkan limbah organik dan anorganik tercampur, sehingga peluang daur ulang dan pemanfaatan ekonomi belum optimal. Kondisi ini juga berdampak pada kebersihan lingkungan sekitar usaha pangan rumahan yang menjadi salah satu potensi ekonomi desa. Melihat permasalahan tersebut, tim KKN merancang program ini sebagai bentuk intervensi skala kecil yang aplikatif dan berkelanjutan.

Program kerja ini dibuat untuk menghadirkan solusi teknis berupa alat pembakaran tanpa asap (incinerator sederhana) yang lebih ramah lingkungan serta sistem bank sampah sebagai wadah pengelolaan dan pemilahan sampah anorganik bernilai ekonomi.

Tujuannya tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang terintegrasi. Solusi ini memecahkan masalah melalui dua pendekatan.

  1. Pertama, pendekatan teknis dengan menyediakan fasilitas pembakaran tanpa asap yang dirancang untuk meminimalkan emisi dan lebih aman dibanding pembakaran terbuka.
  2. Kedua, pendekatan pemberdayaan melalui pembentukan sistem bank sampah yang mendorong masyarakat memilah sampah dari sumbernya.

Sampah anorganik seperti plastik dan kertas dikumpulkan dan memiliki nilai jual, sedangkan sampah organik dapat diarahkan untuk pengolahan lanjutan. Dengan demikian, volume sampah yang dibakar berkurang, lingkungan menjadi lebih bersih, dan potensi ekonomi lokal meningkat. Target utama program ini adalah masyarakat Desa Lemahputih.

Pengelolaan dan keberlanjutan program selanjutnya diserahkan kepada pemerintah desa. Peresmian fasilitas pembakaran tanpa asap dan bank sampah dilaksanakan pada akhir masa KKN (22 Januari 2026) sebagai simbol serah terima program kepada perangkat desa dan masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan mendukung perkembangan ekonomi lokal berbasis keberlanjutan [penulis : Wafi Afdi Alfaruqhi, penyunting : Kangpoer]